HATI-HATI HAMIL ANGGUR!!
Kata-kata hamil mungkin sudah lazim terdengar oleh masyarakat, namun apa yang Anda pikirkan ketika mendengar hamil anggur? Hamil anggur masih terdengar asing oleh masyarakat. Berdasarkan kasus, hamil anggur di Indonesia cukup besar terjadi. Sekitar satu dari 40 hingga 400 kehamilan terjadi hamil anggur. Demikian juga di negara-negara seperti Asia dan Amerika. Sedangkan kasus hamil anggur di negara-negara Eropa relatif. Perbedaan persentase ini terjadi karena umumnya hamil anggur diderita oleh perempuan yang masih muda kehamilannya.
Hamil anggur atau bahasa medisnya Mola Hidatidosa, merupakan pertumbuhan jaringan pembentuk plasenta yang berkembang secara abnormal sehingga membentuk gelembung-gelembung mirip seperti buah anggur. Secara Makroskopik, Mola hidaditosa mudah di kenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang dan warna cairannya jernih (Winkjosastro, Bari, dan Rachimhadhi 2005:343). Ada dua macam kehamilan anggur, yaitu kehamilan anggur komplet dan kehamilan anggur parsial. Kehamilan anggur komplet adalah kehamilan yang tidak ditemukaannya jaringan embrionik maupun bakal janin yang tumbuh, yang berkembang hanyalah jaringan yang membentuk gelembung-gelembung seperti buah anggur yang semakin lama semakin besar. Sedangkan kehamilan anggur parsial terjadinya kehamilan anggur, bersamaan dengan adanya jaringan plasenta normal dan perkembangan janin secara abnormal. Janin yang tumbuh secara abnormal karena memiliki kelainan genetik dan tidak bertahan hingga kehamilan besar. (http://www.ayahbunda.co.id).
Apakah penyebab terjadinya kehamilan anggur ? Belum diketahui penyebab pasti kehamilan anggur, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk terjadinya kehamilan anggur. Faktor-faktor tersebut adalah: usia ibu hamil 36__40 tahun mengalami peningkatan resiko hingga 2x lipat, sedangkan di atas 40 tahun, resiko meningkat hingga 10 x. Usia kehamilan terlalu muda juga meningkatkan resiko hamil anggur. Hamil anggur dapat terjadi karena tidak adanya buah kehamilan (agenesis), atau adanya perubahan (degenerasi) sistem aliran darah terhadap buah kehamilan pada usia kehamilan minggu ke- 3 sampai minggu ke-4. Riwayat hamil anggur 1 kali, membuat seorang calon bumil memiliki resiko 1,2%__2,7% untuk hamil anggur berulang. Namun pada calon bumil dengan riwayat hamil anggur 2x berturut-turut, akan ada resiko 23% untuk mengalami hamil anggur yang ketiga. Penyebab lainnya yaitu terus berlangsungnya aliran atau sirkulasi darah tanpa adanya bakal janin sehingga mengakibatkan peningkatan produksi cairan sel trofoblas. Hamil anggur juga bisa disebabkan oleh adanya kelainan substansi kromsom seks. Terjadinya kekurangan aupan makanan yang mengandung protein, asam folat, dan karoten. (http://www.tanyadok.com)
Apakah gejala dari kehamilan anggur? Hamil anggur terkadang tidak menimbulkan gejala. Namun seorang ibu yang mengalami kehamilan anggur dapat saja merasakan kehamilannya normal, bahkan kadang-kadang merasakan pergerakan janin. Padahal tidak ada janin yang berkembang di dalam rahimnya sedangkan perut ibu semakin membesar. Ada beberapa tanda-tanda yang bisa ditemukan, yaitu .ditandai dengan beberapa bulan amenorrhea, yang diikuti dengan pembesaran uterus atau dinding rahim, denyut jantung janin tidak terdengar. Biasanya mengeluh adanya perdarahan melalui jalan lahir, yang biasanya bercampur dengan gelembung-gelembung mola, yang mirip buah anggur. Ibu yang mengalami kehamilan anggur sering merasakan mual dan muntah berlebihan, pusing kepala, tekanan darah meningkat, batuk-batuk hingga batuk darah, jantung berdebar, keringat dingin. (Sarjadi, 1995:133). Pada kasus Mola Hidostosa atau hamil anggur, ovarium berisi kista teka lutein yang jumlahnya lebih dari satu dan ukurannya secara mikrokopis bervariasi hingga 10cm atau lebih. Permukaan kista tampak licin, terkadang warnanya kekuningan dan dilapisi dengan sel-sel lutein. Insiden kista yang tampak jelas dan berkaitan dengan Mola dilaporkan sebanyak 25__60%. (Cuningram, Macdonald, dan Gant, 1995:637).
Bagaimanakah cara mendiagnosis kehamilan anggur? Langkah pertama, Melakukan USG (Ultrasonografi) biasanya pemeriksaan ini yang sering dilakukan karena murah dan terjangkau. Langkah kedua, Melakukan tes HCG (Hormon Chorionic Gonadotropin), tes ini untuk melihat kadar hcg didalam darah dan air seni. Langkah ketiga, Patologi anatomi, untuk memeriksa secara mikroskopis adanya cairan gelembung mirip anggur atau tidak. Dan langkah ke empat, Rontgen, langkah ini untuk melihat ada atau tidak ada tulang janin. Lalu komplikasi apa yang Terjadi Jika Hamil Anggur Tidak Segera Ditangani? Akan terjadi pendarahan yang sangat hebat sampai terkadi syok dan akan menjadi sangat fatal kalau tidak segera ditangani. Jika terjadi pendarahan terus menerus pasti akhirnya akan menyebabkan kekurangan sel darah putih atau anemia. Terjadi Infeksi Sekunder dan perforasi Karena Keganasan dan Tindakan.
Dari pembahasan diatas kita dapat mengetahui apa itu Mola Hidostosa atau hamil anggur. Jangan pernah menyepelekan hal - hal kecil, walaupun hamil anggur tergolong pada tumor yang jinak tapi ingat kita harus segera menanggulanginya. Bisa dengan cara datang kedokter. Mungkin bagi beberapa wanita yang sedang menunggu kehamilan atau menunggu nunggu untuk memiliki anak, hamil anggur akan sangat menyakitkan maka dari itu sangat membutuhkan dorongan psikologis dari suami dan keluarga. Walaupun awalnya kita memang positif hamil janin bisa saja menghilang perlahan - lahan itulah molahidatidosa . Sebaiknya kita menjaga kesehatan janin dan selalu melakukan pola hidup sehat. Hamil anggur dapat diobati sampai tuntas asalkan kita tidak terlambat untuk mengobati dan usahakan selalu memeriksa kesehatan janin untuk mengetahui kondisi janin.