Minggu, 14 September 2014

KONSEP DASAR ETIKA




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrh6jXF964w1yIDk9jBWUHWcsOVTkKfmhPbrkf3BFxkasKPN-YmK4TRmwSxSyHi_RHsBKC6fPj8Df1ApBp2FHZlLH8Ck8SeZhRvBA3whLjunVR14znYZgGzXoYZt0iZOICWieor8phUAs/s1600/20090303_065033_perawat.jpg



1.ETIKA DAN MORAL

Etika perlu dibedakan dari ajaran moral. Ajaran moral ialah ajaran-ajaran, wejangan-wejangan, khotbah-khotbah, patokan-patokan, kumpulam peraturan dan ketetapan, yang diperoleh secara lisan atau tertulis tentang bagaimana manusia arus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Sumber langsung ajaran moral ialah pelbagai orang dalam kedudukan yang berwenang, misalnya orang tua, guru/dosen, pemuka masyarakat dan agama, atau secara tidak langsung dari tulisan para bijak, misalnya yang tertulis dalam lontara.
Etika bukan suatu sumber tambahan bagi ajaran moral, melainkan merupakan filsafat atau pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah sebuah ilmu, bukan suatu ajaran, sehingga mempunyai tingkatan yang berbeda. Yang mengatur bagaimana kita harus hidup adalah ajaran moral. Etika berkaitan dengan pengertian mengenai mengapa kita harus mengikuti ajaran moral tertentu, atau bagaimana sikap kita yang bertanggungjawab terhadap pelbagai ajaran moral.  Etika berusaha untuk mengerti mengapa atau atas dasar apa kita harus hidup menurut norma-norma tertentu.

2.         AMORAL DAN IMORAL
A.        Pengertian Amoral dan Imoral
1.       Amoral oleh Concise Oxford Dictionary, tidak berhubungan dengan konteks moral, di luar suasana etis, non moral;
2.       Dalam kamus yang sama Imoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk;
3.       Amoral, Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dijelaskan tidak bermoral, tidak berakhlak
.
3.         ETIKA DAN ETIKET
Etika dan etiket memiliki arti yang berbeda. Etika adalah moral dan etiket berarti sopan santun.
Akan tetapi etika dan etiket memiliki persamaan.
1.       Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia.
2.       Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif.
Contoh etiket dan penerapannya dalam masyarakat
•           makan dengan tangan,
•           bersenggak sesudah makan.
•           Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu.

4.         ETIKA SEBAGAI CABANG ILMU FILSAFAT
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengkaji segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan menggunakan pikiran. Bagian-bagiannya meliputi:
1.     Metafisika yaitu kajian dibalik alam yang nyata,
2.     Kosmologia yaitu kajian tentang alam,
3.     Logika yaitu pembahasa tentang cara berpikir cepat dan tepat,
4.     Etika yaitu pembahasan tentang tingkah laku manusia,
5.     Teologi yaitu pembahasan tentang ketuhanan,
6.     Antropologi yaitu pembahasan tentang manusia

5.         PERANAN ETIKA DALAM DUNIA MODERN
Etika sebagai pemikiran sistematis tentang moralitas tidak berpretensi untuk secara langsung dapat membuat manusia menjadi lebih baik.
1.Adanya pluralisme moral
2.Timbulnya masalah-masalah etis baru
3.Munculnya kepedulian etis yang semakin universal.
4.Hantaman gelombang modernisasi.
5. tawaran berbagi ideology
6. Tantangan bagi agamawan

6.         MORAL DAN AGAMA
Dalam Islam akhlak yang baik atau mulia sering dicontohkan oleh Rasulullah SAW, baik dalam perbuatan, ucapan, maupun ketetapannya. Akhlak Rasulullah SAW juga sering disebut Akhlak Islam. Menurut Quraish Shihab, ciri-ciri akhlak yang diajarkan rasulullah tersebut yaitu:
1)      Kebaikannya bersifat mutlak, yaitu kebakan yang terkandung dalam akhlak Islam merupakan kebaikan yang murni, baik untuk individu maupun untuk masyarakat, di dalam lingkungan, keadaan, waktu, dan tempat apapun.
2)      Kebaikan bersifat menyeluruh, yaitu kebaikan yang terkandung di dalamnya merupakan kebaikan untuk seluruh umat manusia di segala zaman dan di semua tempat.
3)      Tetap, langgeng, dan mantap, yaitu kebaikan yang terkandung di dalamnya bersifat tetap, tidak berubah oleh oleh perubahan waktu dan tempat atau perubahan kehidupan masyarakat.
4)      Kewajiban yang harus dipatuhi, yaitu kebaikan yang terkandung dalam akhlak Islam merupakan hukum yang harus dilaksanakan sehinga ada sanksi hukum tertentu bagi orang-orang yang tidak melaksanakannya.
5)      Pengawasan yang menyeluruh. Karena akhlak Islam bersumber dari Tuhan, maka pengaruhnya akan lebih kuat dari akhlak ciptaan manusia, sehingga seseorang tidak akan berani melanggarnya kecuali setelah ragu-ragu dan kemudian akan menyesalinya dan bertobat. (Bisri M. Djaelani, hal. 39).

7.         MORAL DAN HUKUM
Moral Sebagai Landasan Tujuan Hukum
Dalam banyak literatur dikemukakan bahwa tujuan hukum atau cita hukum tidak lain daripada keadilan
Menurut Thomas Aquianas, hukum terutama berkaitan dengan kewajiban yang diletakkan oleh nalar. Hukum meliputi kekuasaan, dan kekuasaan inilah yang memberikan kewajiban. Akan tetapi di belakang kekuasaan inilah berdiri nalar. Penguasa melalui hukum positif dapat memberi perintah yang bukan-bukan atau memaksa orang melakukan perbuatan yang tidak benar, tetapi hukum positif  tersebut bekerja tidak sesuai dengan hakikat alamiah hukum. Hukum alam ditentukan oleh nalar manusia. Mengingat Allah menciptakan segala sesuatu, hakikat alamiah manusia dan hukum alam paling tepat dipahami sebagai produk kebijaksanaan atau pikiran Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar