A. Pengertian Filsafat
Ilmu Filsafat adalah
ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam
semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana
sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
B. Ilmu pengetahuan sebagai Sketsa
Umum Pengantar untuk Memahami Filsafat ilmu
Ilmu pengetahuan adalah
seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman
manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
Peranan filsafat dalam
ilmu pengetahuan adalah filsafat memberi penilaian tentang sumbangan ilmu-ilmu
pada perkembangan pengetahuan manusia guna mencapai kebenaran tapi filsafat
tidak ikut campur dalam ilmu-ilmu tersebut dimana filsafat selalu mengarah pada
pencarian akan kebenaran. Pencarian itu dapat dilakukan dengan menilai
ilmu-ilmu pengetahuan yang ada secara kritis sambil berusaha menemukan jawaban
yang benar. Tentu saja penilaian itu harus dilakukan dengan langkah-langkah
yang teliti dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Penilaian dan
jawaban yang diberikan filsafat sendiri, senantiasa harus terbuka terhadap
berbagai kritikan dan masukan sebagai bahan evaluasi demi mencapai kebenaran
yang dicari.
C. Fenomenologi pengetahuan dan ilmu
pengetahuan
Objek fenomenologi
adalah fakta atau gejala, atau keadaan, kejadian, atau benda, atau realitas
yang sedang menggejala. Pendekatan secara fenomenologi boleh dikatakan menolak
teori. Hal ini disebabkan karena pendekatan ini lebih menekankan rasionalisme
dan realitas budaya yang ada dan bisa dikatakan sejalan dengan penelitian
etnografi yang menitikberatkan pandangan warga setempat, dimana realitas
dipandang lebih penting dan dominan dibanding teori-teori. Fenomenologi mencoba
menepis semua asumsi yang mengkontaminasi pengalaman konkret manusia. Fenomenologi
menekankan upaya menggapai “hal itu sendiri” lepas dari segala presuposisi dan
karena itulah disebut sebagai cara berfilsafat yang radikal.
Secara umum dapat
dikatakan bahwa fenomenologi adalah cara dan bentuk berpikir, atau apa yang
disebut dengan “the styie of thingking”. Biasanya dikatakan bahwa dasar pikiran
itu ialah intensionalisme. Menurut Edmund Husserl sebagai salah satu tokoh
filsafat fenomenologi bahwa, intention, kesengajaan mengarahkan kesadaran dan
reduksi.
D. Filsafat pengetahuan dan ilmu
pengetahuan
Filsafat adalah studi
tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan
dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan
eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan
masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan
alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu
dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak
diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Pengetahuan adalah
informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang.
Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep,
teori, prinsip danprosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau
berguna.
E. Fokus Filsafat Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan merupakan karya budi
yang logis dan imajinatif. Tanpa imajinasi dan logika dari seorang kopernikus,
suatu gagasan besar tentang heliosentrisme tidak akan muncul. Begiti juga
halnya jika kita berbicara tentang ilmuan-ilmuan lain. Metode-metode ilmu
pengetahuan adalah metode-metode yang logis karena ilmu pengetahuan
mempraktekan logika. Namun selain logika temuan-temuan dalam ilmu pengetahuan
dimungkinkan oleh akan budi manusia yang terbuka pada realitis. Keterbukaan
budi manusia pada realitas itu kita sebut imajinasi. Maka logika dan imajinasi
merupakan dua dimensi penting dari seluruh cara kerja ilmu pengetahuan.
Tak pernah ada imajinasi tanpa logika
dalam ilmu pengetahuan. Keduannya akan berjalan bersamaan. Namun pendekatan pertama
tidaklah cukup. Ilmu pengetahuan telah berkembang sebagai bagian dari hidup
kita sebagai manusia dalam masyarakat. Dengan alasan itu, filsafat ilmu
pengetahuan pelu mengarahkan diri selain kepada pembicaraan tentang masalah
metode ilmu pengetahuan juga harus berbicara tentang hubungan antara ilmu
pengetahuan dan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar